Welcome

Welcome to this blog. Hope you like it.

Jumat, 10 Februari 2012

CERPEN Sahabat jadi Musuh_‘Sahabat atau Musuh’

Suatu hari, di siang hari yang panas pada jam pulang sekolah …
 “Shan…shan..Ashantiiii” panggil Keyshia dengan sekuat tenaga sambil terus berlari mengejar teman baiknya itu.
            Memang sudah dua hari ini sahabat baiknya Ashanti menghindarinya terus. Namun, dia terus berusaha agar Ashanti mau mendengarkannya dan mau memaafkannya.
            Akhirnya Keyshia mendapatkan pergelangan Ashanti setelah itu dia memegangnya kuat-kuat  “Shan..dengarkan penjelasanku dulu, baru kau boleh pergi.”
            “Apa-apan sih, lepaskan gak ! Lepaskan, atau aku akan…” jawab Ashanti dengan teriakannya namun terpotong. “Akan apa ? Aku gak akan peduli kamu mau berbuat apa kepadaku nanti, tapi dengarkan aku dulu sebelumnya.” Jawab Keyshia yang tidak mau kalah.
            “hmm..” Ashanti menghela nafas dengan kesalnya, lalu membuang muka karena dia tidak mau memandang sahabatnya itu. Memang insiden kecil beberapa hari lalu membuatnya benci setengah mati kepada sahabatnya itu.
            “Dengarkan ! Aku sama sekali tidak mempunyai niat apa-apa untuk menyakitimu dan membuatmu malu pada pesta topeng beberapa hari lalu.”
            “Hah ? Aku gak salah dengar kan ?! Lalu apa maksudmu menyiram gaunku dengan segelas jus pada pesta itu, lalu untuk apa juga kau memberiku kado berupa beberapa ekor katak yang melompat dan dengan cepatnya masuk ke dalam rambutku sehingga membuatku tampak seperti orang bodoh didepan semua orang di sekolah ini pada acara pertukaran kado untuk sahabat di pesta itu.” Ashanti menjelaskan semua itu dengan cepat.
            “Aku tidak merencanakan semua itu terjadi kepadamu.” Jawab Keyshia dengan polosnya. Namun Ashanti tetap tidak percaya padanya. “Huh..lalu siapa ? Hantu maksudmu ?! Jangan membuat alasan yang konyol”.
            Keyshia tampak berpikir selama lima detik lalu sampai akhirnya dia menjawab “Aku tidak tahu. Tapi..percayalah kepadaku. Aku tidak pernah berniat jahat padamu. Itu alasanku.”
            Ashanti mendengus kesal untuk beberapa kalinya, “Hanya itu alasanmu ? Buang-buang waktu saja. Lalu untuk apa aku harus percaya kepadamu ?”
            “Karena aku sahabatmu, ku mohon percayalah” Jawab Keyshia meyakinkan. “Kalau aku tidak percaya, kau mau apa ?” tambah Ashanti sinis.
            “Itu urusanmu, kaulah yang berhak menentukan.” Tiba-tiba Risti datang dan ikut angkat bicara. “Huh..satu pengacau lagi datang” dengus Ashanti kesal.
            “Kenapa sih..kau berubah sejak bergabung dengan Debi, Zeze dan Lydia. Tahu gak ?! Mereka semua hanya ingin memanfaatkanmu dan mungkin mereka semua yang menyebabkan itu semua terjadi kepadamu” jawab Risti dengan kesal.
            “Omong kosong ! Aku sama sekali tidak percaya kepada kalian semua. Dan asal kalian tahu, mereka semualah yang membuatku bisa pacaran dengan David, cowok yang selama ini aku kagumi, bukan kalian.”

            ‘TIN-TIN’tiba-tiba ada suara klakson mobil berwarna merah muda. Mobil itu kemudian menepi mendekati pertengkaran ketiga sahabat baik itu. Dan kemudian, jendela mobil itu terbuka. Terlihatlah ada tiga perempuan muda di dalamnya yang mengenakan pakaian seragam yang sama seperti ketiga sahabat itu. Salah satu perempuan yang mengendarai mobil itu akhirnya memulai untuk berbicara.
            “Hey Shan ! kamu kok belum pulang ?” kata perempuan yang bernama Debi itu. Kemudian, Ashanti melirik ke arah kedua sahabatnya itu untuk memberikan isyarat kepada mereka.
            “Ohhh…itu masalahnya. Kamu di gangguin sama dua makhluk pengacau ini lagi ya..” kata wanita yang satu lagi bernama Zeze.
            “Kayanya supir kamu telat lagi deh. Udah yuk ikut sama kami aja daripada nunggu terus. Apalagi di temenin sama para pengacau ini.” Kata Lydia ikut menambahkan.
            “Thanks ya, memang kalian semua yang paling mengerti” kata Ashanti seraya masuk ke dalam mobil. Sementara itu, Keyshia dengan Risti hanya dapat melihat mereka pergi menjauh  dengan pandangan yang sangat menyakitkan hati karena mengingat teman mereka telah berubah 1800.
           
Keesokkan harinya di perpustakaan sekolah…….
           
            Seorang siswi sedang menuju meja penjaga perpustakaan dengan langkah yang sangat takut mengingat penjaga perpustakaan di sekolahnya itu terkenal sangat galak. “Permisi, aku mau minta maaf karena aku telat membalikkan buku ini. Jadi berapa denda yang harus aku bayar ?” tanyanya sambil menunduk dalam.
            “Ashanti, mau mengembalikkan buku ya ? tanggal berapa kau pinjam buku tersebut ?” kata penjaga perpustakaan itu ramah. ‘Tak seperti biasanya ramah dan suaranya pun berbeda, lebih lembut, serta ku rasa aku mengenalnya’Ashanti berbicara pada dirinya sendiri. Ketika itu, dia pun langsung mengangkat wajahnya untuk melihat siapa penjaga perpustakaan tersebut.
            “Eh Dio, sedang apa di sini ?” tanyanya heran kepada temannya tersebut. “Kau jangan heran ! Aku di sini hanya menggantikan posisi Pak Bastari karena beliau sedang sakit.” kata Dio menjelaskan.
            “Huf, untunglah ! Aku pinjam buku ini pada 5 hari yang lalu, maaf baru mengembalikkannya sekarang karena banyak hal-hal yang harus aku cerna berhubung kata-katanya sulit di mengerti” tutur Ashati lugas.
            “Ohhh….Ya sudah sinikan bukunya! kau tidak perlu membayar dendanya.”kata Dio dengan muka yang tersenyum kepada Ashanti. Jelas dia sangat baik kepada Ashanti karena Ashanti lah gadis yang menjadi cinta pertamanya  di sekolah tersebut. Namun, dia masih ragu bahkan belum sempat untuk mengutarakan perasaannya tersebut sehingga dia sangat menyesal begitu mendengar kabar bahwa Ashanti telah berpacaran dengan David.
            “Terima kasih ya ! kau memang teman yang sangat baik, kalau begitu aku kembali ke kelas dulu ya. Selamat bekerja menggantikan Pak Bastari” kata Ashanti ramah seraya pergi berlari meninggalkan perpustakaan tersebut. Aneh memang jika Ashanti kerap selalu merasa sangat nyaman dan bisa tersenyum lepas jika berada di dekat Dio, temannya itu.

            Ketika itu pada jam istirahat, setelah Ashanti pergi ke Perpustakaan, berhubung kelasnya berada di lantai tiga dia pun menaiki tangga untuk pergi ke kelasnya. Tapi pada saat dia menaiki tangga yang berada di lantai dua, dia melihat dua sosok yang saling bergandengan tangan dan sudah tidak asing lagi untuknya,  yakni Zeze dengan David. Seketika itu, dia pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke kelas dan dia pun segera kembali ke bawah lagi untuk menuju ke toilet. Di dalam salah satu toilet dia pun menangis tanpa hentinya. Bagaimana tidak ?! Pangeran yang selama ini dia sukainya dan sudah menjadi miliknya malah jalan dengan wanita lain, dan itu dengan temannya sendiri. ‘Brak’ terdengar suara pintu utama toilet di banting dengan kerasnya. Dan terdengarlah suara dua orang siswi yang sedang tertawa dengan keras, dan lagi-lagi Ashanti mengenal dua suara tersebut, maka dia hentikanlah tangisannya itu untuk mendengarkan pembicaraan dua suara tersebut.
            “Ha…ha..ha..ga nyangka banget ya kalau si Ashanti itu bisa kita manfaatkan, apalagi selama ini dia ga sadar kalau di manfaatkan. Dengan begitu kita bisa terus-terusan minta jawaban ulangan sama dia” kata salah satu siswi tersebut.
            “Ha..ha iya juga ya, apalagi dia ga sadar sama sekali kalau kita gak pernah menjodohkan dia sama si David, ya iyalah David kan pacaran sama si Zeze yang super cantik, mana mungkin dia mau pacaran sama Ashanti kalau gak di suruh sama kita”kata siswi satunya lagi. “Bukan kita tapi aku ! Aku kan yang sepupunya david” kata siswi pertama menegaskan.
            “Iya deh aku tahu bahwa Debi adalah sepupunya David. Oh ya, ada satu lagi kebodohan Ashanti yakni dia gak sadar sama sekali kalau yang mengerjainya pada pesta topeng waktu itu adalah kita” kata siswi yang bernama Lydia tersebut.
            “Yuk kita pergi dari sini ! Aku gak betah berlama-lama jika ada di sini”kata Debi seraya meninggalkan toilet tersebut di ikuti dengan Lydia di belakangnya. Betapa sakit dan perihnya hati Ashanti saat itu ketika mendengar percakapan mereka secara langsung mengenai dirinya. Ashanti menangis sambil berpikir bahwa dirinya telah bodoh membuang teman-teman baiknya, yakni Keyshia dan Risti.
            Ketika jam pulang sekolah tiba, murid-murid pun berjalan keluar berhamburan tak terkecuali dengan Ashanti yang berjalan keluar dengan tubuh yang gontai. Dia pun tak peduli terhadap orang-orang yang kerap dia tabraknya, saat itu dia hanya berjalan lurus mengikuti langkah kakinya yang ingin cepat-cepat pergi dari sekolah tersebut. Karena air mata terus berderai di wajah manisnya maka dia terus berjalan dengan wajah yang tertunduk. Di persimpangan jalan terdapat mobil besar yang melaju dengan cepatnya, karena Ashanti terus berjalan dengan tidak hati-hati maka seketika itu dia terkejut ketika dia melihat sebuah mobil melaju ke arahnya. Saat itu tubuhnya pun seakan-akan kaku untuk di gerakkan dan dia pun terdiam saat mobil itu terus melaju ke arahnya dan akhirnya…….
              Pandangan Ashanti tidak jelas saat membuka matanya untuk sadar kembali dan ketika itu ada dua orang yang tidak asing lagi baginya yang sedang berada di samping kanan dan kirinya.
            “Key-Keyshia, Risti, aku di mana ?” tanyanya heran. “Kau sekarang ini sedang berada di rumah sakit karena kecelakaan satu jam yang lalu. Apa kau masih ingat” tanya Risti balik. “ Ya, aku masih ingat. Tapi bagaimana aku bisa selamat ?” tanya Ashanti masih heran. “Tadi yang menyelamatkanmu adalah Dio, sedangkan kau tadi cuma pingsan dan tidak mengalami luka sedikitpun” kata Keyshia ikut menjelaskan.
            “Dio ?! Bagaimana keadaan dia sekarang ? Apa dia terluka ?” tanya Ashanti khawatir. “Oh..Dio tidak mengalami luka yang parah kok, justru dia malah khawatir tentang keadaanmu sehabis kecelakaan tersebut dan dia sekarang berada di ruang sebelah karena masih harus di periksa dokter” kata Risti menenangkan.
            Kemudian, setelah itu Risti dan Keyshia pun mulai bercerita tentang kejadian kecelakaan yang baru menimpa Ashanti dan juga bercerita bagaimana keadaan saat Dio menolongnya, serta bercerita bagaimana mereka bisa berada di rumah sakit untuk menemani Ashanti dan Dio sehabis kecelakaan tersebut. Sedangkan Ashanti juga bercerita tentang kepedihan yang dialaminya kepada dua orang teman baiknya itu.
            “Keyshia, Risti aku boleh tidak berteman lagi dengan kalian dan menjadi sahabat kalian lagi, aku sungguh menyesal telah berbuat kasar pada kalian semua, maka dari itu aku minta maaf kepada kalian” kata Ashanti penuh penyesalan.
            Seketika itu Keyshia dan Risti saling bertatapan untuk beberapa saat, dan kemudian mereka menjelaskan bahwa mereka sudah memaafkan semua kesalahan Ashanti dan mau menerima Ashanti menjadi sahabat mereka kembali.
            “Baiklah aku akan berjanji aku tidak akan menyakiti diri kalian lagi dan aku juga akan bersumpah akan menjaga persahabatan kita sampai kapan pun” kata Ashanti bersemangat. “Ah, tidak perlu dilebih-lebihkan seperti itu” ujar Risti ikut senang.
            “Apa sih yang dilebih-lebihkan ? Boleh tahu tidak ?” kata Dio datang tiba-tiba. “Eh Dio kau tidak apa-apa kan ?” tanya Ashanti cemas. “Ya, yang seperti kau lihat aku tidak apa-apa” kata Dio meyakinkan. “Terimakasih Dio, atas pertolonganmu aku bisa selamat” ujar Ashanti senang. “Ah, itu cuma hal kecil, tidak perlu dibesar-besarkan” kata Dio merendah.
            Setelah kejadian itu akhirnya Ashanti dapat kembali menjalin ikatan persahabatan yang sempat terputus dengan Risti dan Keyshia. Serta akhirnya dia dapat menyadari siapa cinta sejati yang ada didalam hatinya itu sehingga pada akhirnya dia dan Dio menjadi sepasang kekasih. Sementara itu Debi, Zeze, dan Lydia harus berusaha keras agar mendapatkan tempat menyontek untuk jawaban ulangan mereka. Dan pada akhirnya juga David sering merasa kerepotan karena dia kerap dijadikan pembantu dadakan oleh sepupunya sendiri, yakni Debi sehingga dia harus melaksakan apa-apa yang di perintahkan Debi karena Debi tak mampu lagi memanfaatkan Ashanti.
            Dan persahabatan yang akan dijalin Ashanti terus bersama Risti dan Keyshia siap menghadapi lembaran-lembaran baru didalam kehidupan sehingga persahabatan mereka tak akan lekang oleh waktu.



****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar